Firman_Nur
trying to be perfect is good but, be yourself better without any coercion from others, doing according to conscience confident and believe everything will go smoothly Enjoyed every time...
Thursday, November 29, 2012
Life is you're Filoshopy
Thursday, May 24, 2012
Buka Hati Anda Untuk Mencintai
Berapa sering Anda ingin memiliki kemampuan untuk tidak mengkuatirkan akibat sesuatu? Ketakutan terbesar dalam suatu hubungan sering menjadi ketakutan akan penolakan atau ketakutan akan pengalaman buruk Anda akan cukup sering bertemu orang, bahkan mungkin diri Anda sendiri, yang begitu takut akan permainan hubungan yang sebenarnya. Hal ini cukup dapat dipahami terutama jika Anda telah mengalami pengalaman buruk sebelumnya. Masalah sebenarnya muncul ketika saatnya bagi Anda untuk menikmati sesuatu dan Anda masih diliputi ketakutan, apa yang akin Anda lakukan dan bagaimana Anda mengatasi hal ini?
Langkah penting pertama, adalah mengingat motto ini, "Nothing in life worth having, or keeping, is going to be effortless or painless." Jika Anda terlibat dengan seseorang, Andapun akan terlibatkan dalam persahabatan, Anda perlu membuat suatu komitmen pada mereka bahwa Anda ingin memberikan sesuatu, walaupun persahabatan itu dapat berakhir dengan sakit hati, ini akan jauh lebih baik untuk mengetahui apa yang Anda berikan dan mencintai dengan segala sesuatu, dibanding mengetahui bahwa Anda menahan emosi.
Jika Anda menemukan bahwa membuka diri untuk mencintai dan/atau menjalin hubungan terasa sulit bagi Anda (atau mungkin seorang teman), cobalah salah satu dari ide dan tips berikut ini:
Jangan dipikirkan, lakukan saja.
Jelasnya, hal ini tidak berarti untuk menghilangkan keputusan Anda yang lebih baik…malah sebaliknya. Jika Anda merupakan tipe orang yang selalu mengevaluasi segala sesuatu…berhentilah! Mulailah diri Anda untuk "berjalan sesuai alur" alih-alih mengkuatirkan apa yang akan terjadi. Ingat, ada suatu infomasi yang bernilai yang mengatakan "Apapun yang akan terjadi, terjadi."
Biarkan Mengalami.
Berapa kali Anda menolak untuk melakukan sesuatu, atau tidak mengejar sesuatu (atau seseorang) karena Anda takut akan pengalaman yang tidak menyenangkan? Berani mengambil resiko suatu saat dan biarkan diri Anda mengalami sesuatu. Anda akan menemukan bahwa resiko itu sangan bernilai!
Terbuka dan Jujur.
Berapa kali Anda menemukan seseorang yang kuatir akan sesuatu, tetapi bahkan tidak pernah dibicarakan dengan pasangan lain tentang hal itu. Sangat sulit untuk mempertahankan suatu hubungan jika Anda tidak membiarkan pasangan Anda untuk mengetahui bagaimana perasaan Anda tentang sesuatu atau keprihatinan yang mungkin Anda miliki. Berbagi pemikiran Anda tidak hanya akan membantu untuk mengurangi ketakutan, tetapi juga akan memulai suatu hubungan yang solid.
Lakukan dengan Orang Lain.
Jika Anda merasa tidak aman akan sesuatu, ada suatu peluang yang besar yang sangat mungkin disebabkan oleh sesuatu yang sama dengan yang Anda lakukan sebelumnya. Jagalah perasaan bersalah dan sial dengan mengikuti suatu pepatah, "Lakukan dengan orang lain ketika Anda ingin memiliki mereka." Anda tidak hanya akan merasa lebih baik, tetapi juga Anda akan menemukan sesuatu lebih mudah untuk terbuka ketika Anda tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan.
Ingat, ada berbagai resiko tertentu ketika anda melakukan sesuatu. Biarkan diri Anda secara bebas mengalami kasih sayang, dengan semua ketidakpastian, ini akan lebih berharga dari investasi apapun atau uang di dunia ini.
Dikutip dari “VisionNet “
Selengkapnya...
Thursday, December 29, 2011
Al - Fatihah
Surah Al Faatihah (Pembukaan)
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1)
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (2)
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (3)
Yang menguasai di Hari Pembalasan (4)
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (5)
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (6)
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (7)
Wednesday, December 28, 2011
Tragedi Karbala semangat dan cinta
السلام عليكم واراهماتولاهي واباراكاتو

Setiap peristiwa besar dan penting, yang dilakukan oleh tokoh-tokoh besar dan penting pula, sudah pasti mengandung pelajaran-pelajaran berharga yang dapat diambil dan dimanfaatkan sebagai contoh teladan bagi kehidupan umat dan bangsa lain. Salah satu peristiwa besar dan penting ini ialah peristiwa yang selalu kita peringati setiap kali datang bulan Muharram, karena peristiwa yang kita peringati itu terjadi pada bulan suci ini. Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengajak Anda semua untuk mempelajari secara singkat berbagai hal berkenaan tragedi bulan Muharram yang dikenal dengan tragedi asyura ini
Tak diragukan bahwa kebangkitan asyura, selain memiliki dampak-dampak keagamaan, individual dan sosial, juga memiliki ciri-ciri khusus yang bisa dikatakan tidak terdapat dalam peristiwa-peristiwa lain. Di antara ciri-ciri tersebut ialah:
1. Kristalisasi haq dan hakekat dalam bentuknya yang agung dan abadi
Artinya, kebangkitan Imam Husein beserta sejumlah keluarga dan pengikut setia beliau ini membuktikan bahwa kebenaran dan hakekat masih hidup dan siap bertahan dengan segala bentuk pengorbanannya di hadapan kebatilan dan kezaliman.
2. Dalam tragedi asyura di Padang Karbala ini, kezaliman yang sangat keji dan kesesatan yang sedemikian parahnya, dapat disaksikan dengan jelas dan gamblang.
3. Peristiwa Karbala, menjadi simbol teriakan kaum tertindas di sepanjang zaman.
4. Front Kebenaran dan Front Kebatilan menemukan bentuknya yang sangat utuh dan jelas dalam tragedi ini sehingga setiap orang dapat membedakan dengan mudah, mana kebenaran dan mana kebatilan.
5. Nilai-nilai yang dapat diambil sebagai pelajaran dari tragedi asyura tidak terbatas pada masa dan tempat tertentu. Nilai-nilai tersebut bersifat universal.
Lalu apakah kira-kira hal-hal yang mendorong terjadinya peristiwa sedemikian tragis yang menggoreskan lembaran hitam dalam sejarah Islam ini? Penjelasan berikut ini akan dapat memaparkan faktor-faktor terjadinya tragedi asyura ini:
Pertama, terpilih dan naiknya orang-orang yang tidak saleh sebagai pemimpin. Sejak Ahlul Bait Nabi a.s. tersingkir dari hak mereka sebagai penerus kepemimpinan Rasul Allah SAW terhadap umat Islam, maka yang muncul kemudian ialah para pemimpin yang tidak saleh, yang dapat disaksikan dengan jelas sejak munculnya Muawiyah bin Abi Sufyan. Ialah yang kemudian menjadikan pemerintahan Islam sebagai kerajaan yang kekuasaannya diwariskan secara turun temurun. Di dalam sistem kerajaan, seorang putra raja otomatis akan menggantikan ayahnya, meskipun pada kenyataannya ia tidak memiliki kelayakan sebagai pemimpin. Untuk itulah seringkali muncul pemimpin zalim.
Sejarah manusia menunjukkan secara jelas bahwa pemimpin zalim hanya berpikir untuk mempertahankan kekuasaannya dengan cara apa pun, termasuk dengan cara mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya dan menguasainya sendirian. Di antara cara mempertahankan kekuasaan pemimpin zalim ialah dengan menyebarkan nilai-nilai kezaliman di kalangan para pejabat pemerintahannya bahkan di tengah masyarakat luas. Untuk itulah pemimpin zalim tidak pernah menyukai orang-orang saleh, bahkan menganggapnya sebagai sumber ancaman terhadap kekuasaannya.
Sejarah juga membuktikan bahwa Muawiyah dan anaknya Yazid, serta mayoritas para penguasa Bani Umayyah, yang disusul kemudian dengan para pemimpin Bani Abbasiyah, adalah jenis pemimpin zalim seperti itu. Akibatnya sudah barang tentu menyebarnya dekadensi moral di sebagian besar lapisan masyarakat, terutama di kalangan para pejabat negara. Ketidakadilan, kesemena-menaan, kejahatan dan ketidakamanan menyebar ke mana-mana. Di antara yang paling parah ialah munculnya diskriminasi rasial di kalangan masyarakat muslim, dan meluasnya ideologi-ideologi sesat yang merusak akidah dan keyakinan Islam. Semua itu benar-benar merupakan ancaman serius bagi ajaran Islam yang murni.
Melihat kondisi buruk itu, yang mencapai puncaknya di zaman Yazid bin Muawiyah, maka sejumlah tokoh Kufah, Irak, yang dulu merupakan pengikut Imam Ali a.s. dan Imam Hasan a.s., menulis surat kepada Imam Husein a.s. agar datang ke Kufah untuk memimpin masyarakat Kufah memerangi Yazid. Imam Husein a.s. yang merasa terpanggil untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, memenuhi panggilan masyarakat Kufah ini dan berangkat menuju ke kota bekas pusat pemerintahan ayahanda beliau itu.
Akan tetapi, pihak penguasa, yaitu Yazid yang mencium gerak-gerik penduduk Kufah ini, segera mengirim pasukan militer ke kota ini dan membasmi gerakan tersebut dengan menangkapi, memenjarakan dan membunuhi para tokohnya. Dengan demikian, jadilah Imam Husein a.s. kehilangan pendukung besarnya. Akan tetapi, beliau tetap berniat datang ke Kufah. Yazid yang mengetahui bahwa Imam Husein a.s. tetap bergerak menuju ke Kufah, mengirim bala tentara lengkap untuk mencegah kedatangan beliau ke kota ini.
Terhalang untuk masuk ke kota Kufah, akhirnya rombongan Imam Husein a.s. digiring hingga tiba di sebuah padang pasir bernama Karbala. Ketika datang perintah dari Yazid di Syam, agar Imam Husein beserta rombongannya dibantai, maka terjadilah pertempuran yang sangat tak seimbang, yang kemudian dikenal di seluruh dunia dan di sepanjang sejarah sebagai tragedi Karbala.
Berikut ini adalah uraian sekilas hasil-hasil yang dicapai oleh revolusi Imam Husein a.s. ini. Di antara yang dapat disebutkan sebagai hasil-hasil kebangkitan Imam Husein a.s. ialah:
1. Terbongkarnya kedok yang menutupi kejahiliyahan dan kezaliman pemerintahan para penguasa pada zaman beliau, dan tereksposnya wajah buruk pemerintahan tiran mereka kepada seluruh masyarakat Islam.
2. Kebangkitan semangat keagamaan dalam menentang para penguasa tiran dan diktator.
3. Revivalisasi ajaran-ajaran Islam yang murni.
4. Kebangkitan kesadaran sejarah dan keteladanan kebangkitan Imam Husein dalam menentang kezaliman bagi umat manusia di sepanjang zaman.
5. Penyadaran umat muslimin akan hak-hak mereka pada para penguasa, serta kewajiban-kewajiban para penguasa terhadap mereka.
6. Dihidupkannya kembali budaya amar ma'ruf nahi munkar di tengah masyarakat Islam.
7. Dihidupakannya kembali sunnah Nabi di kalangan kaum muslimin.
8. Bangkitnya perhatian dan kecintaan rakyat kepada Ahlul Bait Nabi dan keturunan mereka.
9. Penjalinan hubungan emosional dan idiologi antara ummat manusia dan kebangkitan Imam Husein a.s.
Jika kita pelajari dengan baik situasi dan kondisi yang melingkupi kehidupan muslimin di tahun-tahun kebangkitan Imam Husein ini, atau dengan kata lain, jika kita mengetahui dan mengenal siapa itu Muawiyah dan siapa Yazid, anaknya yang kemudian mewarisi kekuasaannya, demikian pula jika kita kenal dengan baik siapa Imam Husein, keluarga dekat dan para pengikut setia yang menyertai beliau ke Karbala, maka akan kita ketahui pula dengan baik, ciri-ciri, faktor, tujuan dan hasil-hasil perjuangan Imam Husein a.s. yang berakhir dengan sangat tragis di Padang Karbala.
Untuk itu mari kita mempelajari sejarah peristiwa Karbala ini dengan sebaik-baiknya. Sisihkan sedikit waktu untuk mempelajari kehidupan Imam Husein dan perjuangan beliau ini. Waktu yang berjalan detik demi detik di Karbala, semuanya memberikan pesan dan petunjuk. Tiap wajah di Karbala mengekspresikan suatu pesan. Di Karbala, manusia terbagi dua kelompok dan masing-masing memainkan perannya. Yang satu memerankan kebaikan dan keindahan, sedangkan yang lain memerankan kejahatan dan keburukan. Masing-masing telah memainkan peran mereka dengan sangat sempurna. Tragedi Karbala adalah cermin bagi semua manusia. Setiap orang dapat menyaksikan gambaran dirinya di Karbala
Pemisahan antara hak dan batil, antara iman dan kufur, antara keindahan dan keburukan, terulang kembali di Karbala dengan bentuknya yang paling gamblang dan spektakuler. Inilah di antara tujuan besar yang hendak dicapai dengan pengorbanan cucu-cucu Rasul SAW dan sejumlah pengikut setia mereka. Imam Husein menyaksikan bahwa ajaran suci Islam berada dalam ancaman kehancuran oleh ulah para pemegang kekuasaan duniawi yang serakah. Segala usaha telah dilakukan tetapi tidak membuahkan hasil. Di satu sisi, beliau menyaksikan kezaliman para penguasa yang semakin merajalela. Sementara dari sisi lain umat Islam semakin tenggelam dalam tidur lelap yang melenakan.
Untuk itu diperlukan sebuah ledakan besar yang akan mencabut akar-akar kezaliman para penguasa tiran, dan membuyarkan tidur lelap yang melenakan mata hati umat muslimin. Kepada para penguasa zalim harus dikatakan bahwa kekuatan kebenaran masih belum lenyap; dan kepada rakyat harus dikatakan bahwa kekuatan penuntut keadilan masih tegak dan harus tetap ditegakkan. Pengorbanan Imam Husein a.s. beserta keluarga dan pengikut setia beliau telah berhasil mencapai tujuan tersebut. Hingga kini, kita masih dapat menyaksikan kebenaran dan keadilan dan tegaknya ajaran-ajaran Islam yang murni. Disadari atau tidak, semua itu adalah berkat pengorbanan dan perjuangan yang dipimpin oleh Imam Husein yang berakhir di Padang Karbala.
Assalamu ‘alaika yaa Abaa Abdillah wa ‘alal arwaahil ladzii hallat bifinaa-ik.
Assalamu ‘alal Husein....wa ‘ala ‘Aliyyi ibnil Husein ....wa ‘alaa awlaadil Husein wa ‘alaa ashaabil Husein.....alaa ja'alahullaahu aakhirol ‘ahdi minnii liziyaratikum.
diadaptasi dari "unknown"
Selengkapnya...
Monday, December 26, 2011
Aksi Solidaritas Bima, 3 Pos Polisi Dirusak
![]()
Aksi unjuk rasa solidaritas untuk tragedi Bima di Makassar, Senin, 26 Desember 2011 berlangsung ricuh. Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat ini melakukan penrusakan terhadap tiga pos polisi lalu lintas dan traffic light.
Awalnya, massa sekitar 500 orang ini berkumpul di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman. Setelah itu, mereka melakukan long marchsekitar 4 kilometer ke jembatan flyover, Jalan Urip Sumoharjo Makassar.
Saat itulah, para pengunjuk rasa dari berbagai elemen ini melakukan perusakan terhadap pos polisi yang dilewati. Yakni pos polisi di Jalan Jenderal Sudirman-Gunung Bawakaraeng, pos polisi Jenderal Sudirman-Gunung Bulusaraung.
Pos polisi yang terakhir dirusak oleh massa terletak di jembatan flyover. Akibatnya sejumlah kaca pintu dan jendela pecah, akibat dilempari batu dan balok. Massa leluasa merusak sebab pos polisi dalam keadaan kosong.
Aksi tersebut merupakan solidaritas atas tragedi berdarah yang terjadi di Bima, Sabtu pekan lalu. Dalam orasinya, Jenderal Lapangan Forgat, Suhaini Mustamin, menegaskan, perlakuan represif polisi terhadap rakyat Bima sudah berlebihan. "Sangat ironis karena yang membayar polisi itu adalah rakyat yang dibunuhnya. Ini sungguh biadab," kata Suhaini.
Mahasiswa menuntut pemerintah setempat untuk mencabut izin usaha pertambangan SK 188.45/357/004/2004. Mereka juga mendesak untuk menghentikan pembantaian rakyat di Bima.
Pada poin lainnya, mereka meminta agar Presiden SBY mencopot Kapolri, Kapolda NTB, Kapolres Bima serta Kapolsek Sape dan Lambu. Pada tuntutan akhir, mereka mengingatkan bahwa kedaulatan tanah untuk rakyat Bima, bukan untuk korporasi.
Aksi serupa juga dilakukan di Bali. Berlangsung damai. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat untuk Bima menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus Universitas Udayana.
"Aksi kami solidaritas atas tragedi dan kejahatan HAM besar di Bima. Kami mendesak agar SBY-Boediono menghentikan tindakan represif di Bima dan mencabut izin pertambangan yang ditolak warga," kata Abdul Haris, selaku Korlap aksi, saat ditemui di lokasi, Senin 26 Desember 2011.
Tak hanya itu, demonstran juga meminta agar Kapolri dan Kapolda Bima. "Kenapa mereka harus dicopot, karena persoalan kekerasan terhadap rakyat yang memperjuangkan hak-haknya terjadi beruntun," jelas aktivis Frontier itu.
Laporan: RHA | Makassar, Bobby Andalan | Bali
Selengkapnya...