بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sunday, April 24, 2011

BELAJAR

sudah menjadi makanan sehari hari buat para pelajar untuk mendengarkan ataupun mengikuti kegiatan pembelajaran dalam sebuah lembaga pendidikan, khusus bagi para mahasiswa yang umumnya selalu mengikuti kegiatan perkuliahan hampir setiap hari. kadang menyenangkan, kadang pula membosankan, mendengarkan serta memperhatikan dosen membawakan materi perkuliahan yang menuntut mahasiswa dapat mengerti ataupun paham dengan apa yang dijelaskan oleh Bapak/Ibu Dosen. Namun terkadang ada beberapa mahasiswa yang pada saat dosen menjelaskan di depan kelas kurang memperhatikan apa yang di jelaskan sehingga membuat para mahasiswa menjadi kurang mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh dosen sehingga pada saat ujian beberapa mahasiswa akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal ujian yang diberikan. So, buat para penerus bangsa dan negara sekiranya ini bisa menjadi pelajaran buat kita untuk berusaha belajar semaksimal mungkin dan tidak menyia-nyiakan waktu yang kosong dengan kegiatan yang tidak berguna


salam perjuangan, dan salam kebenaran
Cayooo....
Selengkapnya...

Wednesday, April 13, 2011

Perempuan Penghuni Surga

Dalam satu riwayat Imam Shadiq as berkata: Allah swt telah mewahyukan kepada Nabi Daud as untuk pergi menyampaikan kabar gembira kepada Khalawah binti Aus bahwa ia merupakan calon penghuni surga. Dan beritahukan kepadanya bahwa ia di surga berada di sampingmu.
Kemudian Nabi Daud as pergi menuju rumah perempuan tersebut. Sewaktu tiba di rumahnya lantas ia mengetuk pintu rumah. Mendengar ketukan pintu lalu Khalawah bangkit dan membuka pintu. Ketika ia melihat Nabi Daud as, lantas ia berkata: “Apakah telah turun wahyu tentangku sehingga tuan mendatangiku?”. Nabi Daud as menjawab:“Ya, benar”. Perempuan bertanya kembali: “Apakah itu?”.Nabi Daud as menjawab: “Wahyu tersebut berkaitan dengan keutamaanmu”.
Perempuan berkata: “Itu bukan diriku, mungkin perempuan lain yang namanya sama denganku, karena saya tidak memiliki kelayakan untuk itu”. Nabi Daud as bersabda: “Perempuan itu adalah engkau”. Perempuan berkata: “Sumpah demi Tuhan, saya tidak merasa melakukan perbuatan yang membuatku mencapai derajat tinggi seperti ini”. Nabi Daud as kembali bersabda: “Coba anda ceritakan sekilas tentang kehidupanmu padaku!”.
Perempuan berkata: “Saya selalu bersabar atas segala penyakit, kerugian, dan kesulitan yang telah menimpaku. Bahkan saya tidak pernah memohon kepada Tuhan untuk menghilangkan segala ujian dan cobaan dariku, melainkan Dia sendiri menghendaki-Nya. Saya juga tidak mengharapkan pahala dan balasan dari-Nya atas segala kesabaranku ini. Akan tetapi saya selalu mensyukuri-Nya”. Nabi Daud as bersabda: “Karena perbuatanmu inilah engkau telah mencapat derajat tinggi di sisi-Nya”.
Selengkapnya...

Friday, April 8, 2011

Ketika Perasaan Cinta Menghampiri Dua Insan

Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Mikrokonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk bisa menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok darimana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggung-jawaban bila perbuatan-perbuatan implusif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan, sinyal kebodohan. Cinta membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. “ Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” katanya.

Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi, memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama” adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jedah. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang-orang yang benar-benar mencintai, mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh.

Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencintai tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.

Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif, bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu menjadi subtitusi kenyataan.

Penganut paham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (tidak berarti benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat tercegah masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.

Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.

Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah hanya terasa menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta afeksi, terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.

Cinta itu buta?Tidak sama sekali. Orang yang mencintai melihat dan menyadari dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolelir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.

Orang yang benar-benar mencintai memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencintai menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencintai memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata”tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.


UNDERGROUND COMMUNITY
Selengkapnya...

Letak Kecantikan Wanita

Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan. Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan. Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian.
Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain. Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni. Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang dari hati anda. Apabila anda sudah melakukan semuanya itu, ingatlah senantiasa. Jika suatu ketika anda memerlukan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur. Dan dengan bertambahnya usia anda, anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri anda sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain.
Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakan, bukan pada bentuk tubuh, atau cara dia menyisir rambutnya. Kecantikan wanita terdapat pada mata, cara dia memandang dunia. Karena di matanya terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, di mana cinta dapat berkembang. Kecantikan wanita bukan pada kehalusan wajah. Tetapi pada kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu. Kecantikan wanita ada pada sikap lembutnya, yang terpancar dari keihlasan hati dalam merawat dan menjaga keluarga.
“Wanita yang cantik adalah wanita yang bisa menjaga harga dirinya.”
Selengkapnya...

Tuesday, April 5, 2011

Lilin Kecil

Sepasang Manusia Yang Terikat Dalam Suatu Ikatan Suci
Akanlah Lebih Tenteram Dalam Kehidupannya

Harapan-harapan Yang Ada Dijadikannya Sebagai Ladang Amal

Untuk Saling Melengkapi Kebahagiaan Di Antara Keduanya

Bukankah Penerimaan Kita Akan Dirinya
Lebih Berarti Ketimbang Harapan Yang Tinggi Akan Dirinya? Selengkapnya...

Kenangan anak anak seragam

(oleh: Wiji Thukul)

Pada masa kanak kanakku
Setiap jam tujuh pagi
Aku harus berseragam
Membawa buku harus bayar
Kesekolah
Katanya aku bodoh
Kalau tidak bisa menjawab

Pertanyaan guru
Yang diatur kurikulum
Aku dibentuk dinilai buruk
Kalau tidak bias mengisi dua kali dua
Aku harus menghafal
Mataku mau tidak mau harus dijejali huruf demi huruf
Aku harus tahu siapa presidenku
Aku harus tahu ibukota negaraku
Tanpa aku tahu apa maknanya bagiku
Pada masa kanak kanakku
Aku jadi seragam
Buku pelajaran sangat kejam
Aku tidak boleh menguap dikelas
Aku harus duduk menghadap papan di depan
Sebelum bel tidak boleh mengantuk
Selengkapnya...

Monday, April 4, 2011

Malam Selalu Panjang Di Waktu Aku Merindukanmu Kau Bisa Menjaga Aku Hingga Diriku Merasa Teduh.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Lebih cepat dari angin yang menyapu debu di jalan. Lebih cepat dari kilatan petir yang menyambar di kala hujan menyirami alam raya. Semua kenangan larut bersama keheningan malam ini. Cemerlang layaknya bintang gemintang dan rembulan yang selalu bersama hingga fajar menjelang.

Rasa rindu yang membuncah itu telah mereda, ketika kau terima segala kelebihan dan kekuranganku dalam ikatan suci yang kini kita pegang dengan teguh. Ikatan yang akan selalu mengingatkan kita bahwa betapa agung kebesaran-Nya. Ikatan yang melepaskan kita dari yang dulu diharamkan di antara kita. Setengah dien telah kita gapai garis awalnya, semoga tak kita hilangkan makna setengah dien itu sehingga kita tak berhenti di tengah jalan.

Kudoakan kau selalu setiap waktu. Kaudoakan aku dalam setiap sholat malammu. Agar kebaikan dan keberkahan senantiasa tercurah pada kita serta anak cucu kita kelak. Ikhlas hati ini kurasa dalam setiap masa bersamamu. Merajut asa dan rasa yang tengah tercurah di antara kita. Karena cinta itu selalu ada di antara kita, selamanya.

Waktu yang berlalu tinggalah kenangan. Ketika sebelum hari itu kudamba seseorang mengisi satu bagian dihatiku. Mengisi rasa hati yang belum mati untuk menanti sang pujaan hati yang diridhoi Ilahi.

Berbagai alasan dan fikiran menghantui diriku. Ke sana kemari hingga ku merasa diri ini tak berarti ketika suatu ujian yang terkait dengan masalah itu datang menemuiku. Mulai dari merasa ‘sayang’nya diri ini jika harus terikat dalam usia dini, idealisme yang selalu kujunjung tinggi, sosok idaman hati, sampai tak sampai hati untuk melangkahi saudara-saudari yang juga sedang menanti pujaan hati.
Selengkapnya...