بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Monday, April 4, 2011

Malam Selalu Panjang Di Waktu Aku Merindukanmu Kau Bisa Menjaga Aku Hingga Diriku Merasa Teduh.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Lebih cepat dari angin yang menyapu debu di jalan. Lebih cepat dari kilatan petir yang menyambar di kala hujan menyirami alam raya. Semua kenangan larut bersama keheningan malam ini. Cemerlang layaknya bintang gemintang dan rembulan yang selalu bersama hingga fajar menjelang.

Rasa rindu yang membuncah itu telah mereda, ketika kau terima segala kelebihan dan kekuranganku dalam ikatan suci yang kini kita pegang dengan teguh. Ikatan yang akan selalu mengingatkan kita bahwa betapa agung kebesaran-Nya. Ikatan yang melepaskan kita dari yang dulu diharamkan di antara kita. Setengah dien telah kita gapai garis awalnya, semoga tak kita hilangkan makna setengah dien itu sehingga kita tak berhenti di tengah jalan.

Kudoakan kau selalu setiap waktu. Kaudoakan aku dalam setiap sholat malammu. Agar kebaikan dan keberkahan senantiasa tercurah pada kita serta anak cucu kita kelak. Ikhlas hati ini kurasa dalam setiap masa bersamamu. Merajut asa dan rasa yang tengah tercurah di antara kita. Karena cinta itu selalu ada di antara kita, selamanya.

Waktu yang berlalu tinggalah kenangan. Ketika sebelum hari itu kudamba seseorang mengisi satu bagian dihatiku. Mengisi rasa hati yang belum mati untuk menanti sang pujaan hati yang diridhoi Ilahi.

Berbagai alasan dan fikiran menghantui diriku. Ke sana kemari hingga ku merasa diri ini tak berarti ketika suatu ujian yang terkait dengan masalah itu datang menemuiku. Mulai dari merasa ‘sayang’nya diri ini jika harus terikat dalam usia dini, idealisme yang selalu kujunjung tinggi, sosok idaman hati, sampai tak sampai hati untuk melangkahi saudara-saudari yang juga sedang menanti pujaan hati.

No comments:

Post a Comment